MENINGKATKAN
KEMAMPUAN MEMBACA SISWA DENGAN TEKNIK
PERMAINAN MEMBACA DENAH
A.
Pendahuluan
(Latar Belakang)
Menurut William S. Gray (dalam I
Gusti Ngurah Oka 2005: 34) menekankan bahwa membaca tidak lain dari pada
kegiatan pembaca menerapkan sejumlah keterampilan mengolah tuturan tertulis
(bacaan) yang dibacanya dalam rangka memahami bacaan.
Salah satu bidang garapan pengajaran
bahasa di sekolah dasar adalah keterampilan membaca yang didasari oleh
kemampuan membaca. Mampu membaca tidak berarti secara otomatis terampil
membaca. Akan tetapi terampil membaca tidak mungkin tercapai tanpa memiliki
kemampuan membaca. Tanpa memiliki kemampuan membaca yang memadai sejak dini,
siswa juga akan mengalami kesulitan belajar di kemudian hari. Kemampuan membaca
menjadi dasar utama tidak saja bagi pengajaran bahasa itu sendiri, tetapi juga
bagi mata pelajaran lain. Dengan membaca, siswa akan memperoleh pengetahuan yang
sangat bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan daya nalar, sosial, dan
emosionalnya. Membaca bagi manusia sebenarnya merupakan kebutuhan mendasar
seperti kebutuhan manusia akan makan, pakaian, dan lain sebagainya.
Sebagian besar orang Indonesia belum
sampai pada tahap menjadikan kegiatan membaca sebagai kebutuhan yang mendasar.
Padahal membaca sangat perlu. Dengan membaca seseorang dapat memperluas wawasan
dan pandangannya, dapat menambah dan membentuk sikap hidup yang baik, sebagai
hiburan serta menambah ilmu pengetahuan, dengan membaca ibarat dapat membuka
“jendela dunia”. Dengan membaca dapat dihindari sikap picik dan fanatisme yang
negatif.
Mengingat pentingnya peranan membaca
tersebut bagi perkembangan siswa maka guru perlu memacu siswanya untuk membaca
dengan benar dan selektif. Secanggih atau sebaik apapun suatu metode membaca
tidak akan berhasil jika gurunya tidak mampu melaksanakannya serta hasilnya pun
tidak sesuai dengan harapan. Karena itu peranan guru sangat mendukung keberhasilan
siswanya.
Sekolah
dasar berperan sangat penting. Karena sekolah dasar adalah wadah pertama
penanaman segala keterampilan hidup, termasuk keterampilan membaca. Proses
belajar membaca yang diselenggarakan oleh pendidik saat ini hanya menekankan pada
kemampuan siswa untuk membaca tanpa memandang keefektifan dan keefesienan
proses membaca itu sendiri.
Menurut Hans Daeng
(dalam Andang Ismail, 2009: 17) permainan adalah
bagian mutlak dari kehidupan anak dan permainan merupakan bagian integral dari
proses pembentukan kepribadian anak. Tidak terlepas
dari anak-anak yang sangat menyukai permainan, akan membuat pembelajaran dalam
kelas menjadi menyenangkan. Selain itu, dengan menggunakan metode permainan ini
dapat memupuk dan mengembangkan rasa kerjasama antar siswa juga mengembangkan
kreativitas siswa.
Dengan permainan membaca denah ini dapat diterapkan pada siswa kelas 3 Sekolah Dasar yang diharapkan mampu
membaca arah mata angin yang tertera pada denah dan dapat membaca denah secara
baik dan benar sehingga akan memudahkannya dalam menemukan tempat yang ada yang
akan dituju.
B.
Prosedur
Pelaksanaan
1.
kegiatan
awal
·
guru
menyiapkan kelas untuk dapat mengikuti pembelajaran, berdoa, dan mengecek
kehadiran siswa.
·
Apersepsi
·
Guru menyampaikan
tujuan pembelajaran dengan menjelaskan:
-
Apa itu
denah?
-
Apa
fungsi denah dalam kehidupan sehari-hari?
2. Kegiatan inti
·
Guru
membagi siswa menjadi 5 kelompok dan memberi nama setiap kelompok dengan nama
pahlawan. Pembagian kelompok dilakukan dengan cara mengurutkan angka 1-5 secara
berulang dimulai dari siswa pojok depan sampai pojok belakang dan siswa yang
mempunyai urutan yang sama berkelompok menjadi satu
·
Guru memberikan
contoh gambar denah terlebih dahulu kepada siswa dan disuruh mencermati gambar
denah tersebut
·
Guru
menjelaskan fungsi arah mata angin yang tertera pada denah
·
Guru
menjelaskan tata cara permainan membaca denah
·
Guru
menyuruh perwakilan kelompok untuk mengambil nomor urut dalam menjawab
pertanyaan pada permainan membaca denah tersebut
·
Guru
memulai permainan
Pelaksanaan :
a) Guru menampilkan permainan membaca denah
dengan media slide di depan kelas
b) Kelompok yang mendapat nomor urut pertama
mendapat kesempatan pertama dalam menjawab pertanyaan dari permainan tersebut
dan dilanjutkan dengan kelompok lain
c) Guru membuka pertanyaan pertama yang tertera
pada slide permainan dan memberi kesempatan kepada kelompok pertama untuk
menjawab
d) Setiap kelompok mendapat kesempatan waktu 10
detik dalam menjawab. Jika kelompok benar dalam menjawab maka akan mendapat poin
10 dan dilanjutkan dengan pertanyaan kedua untuk kelompok dua. Jika kelompok salah
dalam menjawab maka akan dilempar ke kelompok selanjutnya dan tidak mendapat
poin (tidak terjadi pengurangan poin)
e) Begitu seterusnya sampai pertanyaan habis dan
permainan berakhir
3. Kegiatan akhir
·
Guru memberikan komentar setelah permainan berakhir
·
Guru memberikan penilaian pada setiap kelompok.
Kelompok yang mendapat poin tertinggi menjadi juara pertama dan poin tertinggi
kedua juara kedua dan seterusnya.
·
Guru memberikan apresiasi kepada semua siswa
Contoh gambar permainan
![]() |
| Add caption |
Jika benar akan mendapat poin 10

Dan pertanyaan selanjutnya

Pertanyaan selanjutnya

DAFTAR
RUJUKAN

Tidak ada komentar:
Posting Komentar