Jumat, 04 Mei 2012

meningkatkan kemampuan membaca denah



MENINGKATKAN KEMAMPUAN  MEMBACA SISWA DENGAN TEKNIK PERMAINAN MEMBACA DENAH

A.    Pendahuluan (Latar Belakang)
            Menurut William S. Gray (dalam I Gusti Ngurah Oka 2005: 34) menekankan bahwa membaca tidak lain dari pada kegiatan pembaca menerapkan sejumlah keterampilan mengolah tuturan tertulis (bacaan) yang dibacanya dalam rangka memahami bacaan.
            Salah satu bidang garapan pengajaran bahasa di sekolah dasar adalah keterampilan membaca yang didasari oleh kemampuan membaca. Mampu membaca tidak berarti secara otomatis terampil membaca. Akan tetapi terampil membaca tidak mungkin tercapai tanpa memiliki kemampuan membaca. Tanpa memiliki kemampuan membaca yang memadai sejak dini, siswa juga akan mengalami kesulitan belajar di kemudian hari. Kemampuan membaca menjadi dasar utama tidak saja bagi pengajaran bahasa itu sendiri, tetapi juga bagi mata pelajaran lain. Dengan membaca, siswa akan memperoleh pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan daya nalar, sosial, dan emosionalnya. Membaca bagi manusia sebenarnya merupakan kebutuhan mendasar seperti kebutuhan manusia akan makan, pakaian, dan lain sebagainya.
            Sebagian besar orang Indonesia belum sampai pada tahap menjadikan kegiatan membaca sebagai kebutuhan yang mendasar. Padahal membaca sangat perlu. Dengan membaca seseorang dapat memperluas wawasan dan pandangannya, dapat menambah dan membentuk sikap hidup yang baik, sebagai hiburan serta menambah ilmu pengetahuan, dengan membaca ibarat dapat membuka “jendela dunia”. Dengan membaca dapat dihindari sikap picik dan fanatisme yang negatif.
            Mengingat pentingnya peranan membaca tersebut bagi perkembangan siswa maka guru perlu memacu siswanya untuk membaca dengan benar dan selektif. Secanggih atau sebaik apapun suatu metode membaca tidak akan berhasil jika gurunya tidak mampu melaksanakannya serta hasilnya pun tidak sesuai dengan harapan. Karena itu peranan guru sangat mendukung keberhasilan siswanya.
                        Sekolah dasar berperan sangat penting. Karena sekolah dasar adalah wadah pertama penanaman segala keterampilan hidup, termasuk keterampilan membaca. Proses belajar membaca yang diselenggarakan oleh pendidik saat ini hanya menekankan pada kemampuan siswa untuk membaca tanpa memandang keefektifan dan keefesienan proses membaca itu sendiri.
                        Menurut Hans Daeng (dalam Andang Ismail, 2009: 17)  permainan adalah bagian mutlak dari kehidupan anak dan permainan merupakan bagian integral dari proses pembentukan kepribadian anak. Tidak terlepas dari anak-anak yang sangat menyukai permainan, akan membuat pembelajaran dalam kelas menjadi menyenangkan. Selain itu, dengan menggunakan metode permainan ini dapat memupuk dan mengembangkan rasa kerjasama antar siswa juga mengembangkan kreativitas siswa.
                        Dengan permainan membaca denah ini dapat diterapkan pada  siswa kelas 3 Sekolah Dasar yang diharapkan mampu membaca arah mata angin yang tertera pada denah dan dapat membaca denah secara baik dan benar sehingga akan memudahkannya dalam menemukan tempat yang ada yang akan dituju.

B.     Prosedur Pelaksanaan
1.      kegiatan awal
·         guru menyiapkan kelas untuk dapat mengikuti pembelajaran, berdoa, dan mengecek kehadiran siswa.
·         Apersepsi
·         Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan menjelaskan:
-          Apa itu denah?
-          Apa fungsi denah dalam kehidupan sehari-hari?

2.      Kegiatan inti
·         Guru membagi siswa menjadi 5 kelompok dan memberi nama setiap kelompok dengan nama pahlawan. Pembagian kelompok dilakukan dengan cara mengurutkan angka 1-5 secara berulang dimulai dari siswa pojok depan sampai pojok belakang dan siswa yang mempunyai urutan yang sama berkelompok menjadi satu
·         Guru memberikan contoh gambar denah terlebih dahulu kepada siswa dan disuruh mencermati gambar denah tersebut
·         Guru menjelaskan fungsi arah mata angin yang tertera pada denah
·         Guru menjelaskan tata cara permainan membaca denah
·         Guru menyuruh perwakilan kelompok untuk mengambil nomor urut dalam menjawab pertanyaan pada permainan membaca denah tersebut
·         Guru memulai permainan
Pelaksanaan :
a)      Guru menampilkan permainan membaca denah dengan media slide di depan kelas
b)      Kelompok yang mendapat nomor urut pertama mendapat kesempatan pertama dalam menjawab pertanyaan dari permainan tersebut dan dilanjutkan dengan kelompok lain
c)      Guru membuka pertanyaan pertama yang tertera pada slide permainan dan memberi kesempatan kepada kelompok pertama untuk menjawab
d)     Setiap kelompok mendapat kesempatan waktu 10 detik dalam menjawab. Jika kelompok benar dalam menjawab maka akan mendapat poin 10 dan dilanjutkan dengan pertanyaan kedua untuk kelompok dua. Jika kelompok salah dalam menjawab maka akan dilempar ke kelompok selanjutnya dan tidak mendapat poin (tidak terjadi pengurangan poin)
e)      Begitu seterusnya sampai pertanyaan habis dan permainan berakhir

3.      Kegiatan akhir
·         Guru memberikan komentar setelah permainan berakhir
·         Guru memberikan penilaian pada setiap kelompok. Kelompok yang mendapat poin tertinggi menjadi juara pertama dan poin tertinggi kedua juara kedua dan seterusnya.
·         Guru memberikan apresiasi kepada semua siswa



















Contoh gambar permainan
Add caption

Jika benar akan mendapat poin 10

Dan pertanyaan selanjutnya

Pertanyaan selanjutnya





DAFTAR RUJUKAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar